Friday, May 6, 2011

Awas !!! Korek Kuping Bisa Merusak Gendang Telinga

Gw pernah punya penyakit telinga berdengung, penyakit ini menyakiti gw dalam jangka 7 hari, sebelum akhirnya berkunjung ke Rumah sakit untuk mencari dokter spesialis, pendengaran gw terasa berdengung, sampe gak bisa tidur nyenyak, akhirnya gw coba masukin cairan telinga bermerk "eardrop", lagi-lagi masalah belum teratasi, gw coba menggunakan cotton bud, masih juga nihil,akhirnya mau gak mau gw mesti ke dokter THT, untungnya semua pembayaran gw ditanggung perusahaaan...hehehehe, dalam 5 menit pengerjaan, Dokter THT tersebut melakukan isep lobang telinga gw yang kiri dan kanan menggunakan alat khusus.

Sekedar mengingatkan, pada saat proses penghisapan, anda akan terasa perih di telinga, namun sedikit geli-geli, dan efek samping yang di timbulkan pada saat proses penghisapan adalah kepala jadi pening!!!!! Akhirnya gw nanya ke dokter tersebut, "koq kepala saya jadi pening ya dok?", kata dokternya "itu gak masalah karena proses tersebut efek samping nya bisa ke saraf", tapi akhirnya setelah proses telinga gw jadi PLONG, nyaman, oh iya gw berobat di RS Sari Asih Ciledug. Kalo gw liat sih dari struk "asurasnsi gw" biayanya itu sekitar 375rb udah termasuk dokter spesialis dan obat yang dibutuhkan.

Alhamdulilah, alhasil sampe sekarang pendengaran gw terasa enak.

Hati-hati mengunakan korek kuping, sebab jika terlalu dalam bisa merusak gendang telinga. Dampak kerusakan itu bervariasi, mulai dari yang ringan berupa telinga berdenging hingga yang paling berat yakni kelumpuhan saraf di sekitar wajah.

Menurut sebuah penelitian terbaru, lebih dari 50 persen pasien yang datang ke dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) sering memakai cotton bud untuk mengorek kotoran di telinga. Meski ujungnya dari kapas, alat ini tetap berisiko merusak gendang telinga.

"Jika pasien mengalami gangguan pendengaran atau ada yang tidak beres dengan gerakan Justify Fullwajahnya, ada kemungkinan telinganya mengalami kerusakan," ungkap Dr Ilaaf Darrat, spesialis THT dari Henry Ford Hospital seperti dikutip Healthday, Jumat (6/5/2011).

Gangguan pendengaran yang umum dialami pemakai cotton bud (batang plastik dengan ujung berlapis kapas) adalah tinnitus atau telinga berdenging. Sementara wajah yang sulit digerakkan adalah gejala kerusakan saraf yang juga dipicu kerusakan gendang telinga.

Untungnya, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr Ilaaf menunjukkan bahwa 97 persen kerusakan gendang telinga bisa sembuh sendiri dalam waktu rata-rata 2 bulan. Operasi hanya dibutuhkan jika berdampak pada kelumpuhan saraf di sekitar wajah.

Penelitian yang dipresentasikan dalam Combined Otolaryngological Spring Meeting di Chicago ini melibatkan 1.540 pasien yang mengalami kerusakan gendang telinga antara tahun 2001-2010.

Namun sebisa mungkin, risiko kerusakan gendang telinga harus dikurangi dengan mengurangi pemakaian cotton bud atau sejenisnya. Sebagai alternatif, berikut ini beberapa cara yang bisa dipakai untuk membersihkan telinga dari kotoran.

1. Campur hidrogen peroksida (H2O2) dengan air hangat, teteskan perlahan ke rongga telinga maksimal 2 kali/bulan.
2. Campur cuka apel (vinegar) dengan air dalam perbandingan yang sama, lalu masukkan 5 tetes ke dalam telinga dan jangan lebih dari sekali dalam sepekan.
3. Kunjungi dokter THT untuk melakukan waxing atau membersihkan telinga dengan lilin khusus.


No comments: